Ilmu yang kita miliki,
Sia-sia karena tak diproses menjadi amal soleh
Perbuatan baik yang kita lakukan,
sia-sia karena tak disertai niat Lillahi ta'ala
Perjuangan yang kita lakukan,
sia-sia tanpa tujuan yang jelas
Pengorbanan yang kita lakukan,
sia-sia karena mengharapkan pujian
Cinta yang kita berikan,
sia-sia karena dilandasi syahwat semata
Kekayaan yang kita dapatkan,
sia-sia karena hanya untuk kepentingan pribadi
Kegagalan yang kita alami,
sia-sia karena dijadikan alasan keputus asaan
Musibah yang kita jumpai,
sia-sia karena tidak bisa kita ambil hikmahnya
Kesusksesan yang kita raih,
sia-sia karena membuat kita semakin sombong
Dan anugerah yang kita dapatkan,
sia-sia karena tidak disyukuri
Pelajaran dan peringatan yang kita dengar, kita baca,
sia-sia karena hanya melintas di pikiran
Wahai saudara-saudaraku, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri, apakah semua yang kita lakukan selama ini sudah benar dan bermanfaat, atau hanya sia-sia saja???
Untuk mencapai kesempurnaan hidup, meraih Dunia Bahagia, Akhirat Syurga dibutuhkan sebuah PEMBELAJARAN yang terus-menerus.
Senin, 09 Januari 2012
Kamis, 24 November 2011
Tips membuat Blog
Mau jadi Blogger atau udah punya blog tapi belum optimal? Yuk kita sama-sama belajar agar blog kita bisa menjadi wadah untuk menuangkan inspirasi dan dapat memberikan manfaat untuk orang lain tentunya. Saya menulis tentang Tips membuat blog bukan berarti saya udah jago blogging lho! Sama seperti anda, saya pun masih belajar, hehe,,, sama seperti judul blog saya "Pembelajar". :)
Pertama, ketika anda membuat blog tanyakan pada diri anda sendiri, apa tujuan saya membuat blog ini?
Jika anda sudah mempunyai tujuan yang jelas, maka mulailah capai tujuan anda tersebut yaitu dengan menulis artikel pertama untuk blog anda. Ketika anda akan menulis di blog, tiba-tiba ada pertanyaan apa yang harus saya tulis ya??? hehe.. bingung lagi tuh,,, :D
Saran saya, gak usah bingung-bingung mulailah saja menulis, tapi yang perlu diingat sebelum menulis pilihlah Tema tulisan anda terlebih dahulu agar tulisan anda terarah dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Ok, sekarang udah siap nulis???? Yuk semangat membuat blog dan tebarkan sebesar-besar manfaat untuk orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberikan manfaat untuk orang lain?
Demikian Tips pertama dari saya, semoga bermanfaat. Meskipun sedikit, tapi harus dikerjakan ya!!!
Jika ingin mendapatkan tips mengenai internet marketing gratis dan sekaligus bisa menjalankan bisnis online silahkan klik disini ya Belajar internet marketing dan bisnis online dari rumah
Kamis, 17 November 2011
Manajemen Islami Keuangan dan Harta Keluarga (Bagian ke-3): Manajemen Persediaan dan Menabung dalam Keluarga Muslim
Manajemen Persediaan dan Menabung dalam Keluarga Muslim
1. Menyimpan Kelebihan setelah Kebutuhan Primer Terpenuhi
dakwatuna.com – Rasul bersabda: “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan dengan pertengahan dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga pada hari ia miskin dan membutuhkannya.” (HR. Ahmad dan Muslim). Berdasarkan hadits ini, rumus saving(menabung) yang dimaksud dalam Islam ialah: MENABUNG = HASIL USAHA BAIK – BELANJA HEMAT
Dari rumus di atas dapat dipahami bahwa rukun menyimpan ada dua yaitu: hasil usaha yang baik dan halal sesuai dengan kemampuan dan belanja hemat sesuai prioritas kebutuhan. Selain itu, keluarga muslim harus dapat melatih anak-anaknya untuk menabung dengan bentuk yang paling sederhana untuk kebaikan mereka pada masa mendatang.
2. Menyimpan Kelebihan untuk Menghadapi Kesulitan
Sebuah rumah tangga pasti akan mengalami pasang surut perekonomian, maka ketika kondisi longgar, kita harus dapat menyisihkan dana untuk menghadapi krisis yang tidak terduga pada masa mendatang atau sebagai persediaan kebutuhan lain mendatang. Sebab tidak ada yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok. (QS. Luqman:34) Dengan demikian, menyimpan kelebihan untuk menghadapi kesulitan termasuk hukum kausalitas yang berlaku bagi manusia, walaupun tidak terlepas dari ketentuan Allah swt. juga.
3. Hak Harta Keturunan Sebagai Generasi Mendatang
Dalam konsep Islam, kedua orang tua harus menyadari bahwa generasi mendatang memiliki hak dari harta mereka sehingga mereka dianjurkan untuk tidak berlebih-lebihan dan mengabaikan kelangsungan hidup generasi mendatang. (QS. Al-Hasyr:10). Sabda Rasul: “Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin yang dicukupi orang lain. Mungkin orang lain memberinya atau mungkin menolaknya. Sesungguhnya tidaklah engkau memberikan nafkah dengan ikhlas karena Allah kecuali engkau akan mendapat pahala karenanya.”(Muttafaq ‘Alaih). Di samping itu, setiap individu harus meyakini bahwa bila ia meninggalkan anaknya yang shaleh dalam keadaan dapat berdoa untuknya atau meninggalkan harta jariyah bagi fakir miskin dan hamba-hamba Allah yang shaleh akan membuat ia tidak boros dan berlebih-lebihan, sehingga ia dapat menyimpan kelebihan hartanya untuk generasi mendatang.
4. Tidak Menimbun dan Memonopoli Harta Kekayaan
Islam mengharamkan penimbunan harta dengan segala bentuknya. Para ulama fiqih mengambil hukum ini berdasarkan firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahanam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:”Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan”. (At-Taubah: 34-35).
Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan menafkahkan adalah mengembangkannya dengan cara investasi mudharabah (bagi hasil) maupun usaha patungan musyarakah sehingga dapat memberi kesempatan pihak lain yang kekurangan atau kesulitan modal untuk melakukan usaha yang pada gilirannya akan menjadi amal jariah dalam pengembangan ekonomi umat. Pengembangan harta tersebut di antaranya melalui cara sebagai berikut:
a. bisnis swasta perniagaan dan produksi barang atau jasa
b. penanaman modal (investasi) mudharabah dengan pihak lain
c. perserikatan usaha patungan (musyarakah)
d. penitipan dalam bentuk giro maupun tabungan pada bank Islam (syariah)
e. kerja sama lainnya dalam pengembangan modal
Kewajiban zakat atas harta kekayaan yang idle (nganggur) selama setahun dapat mendorong dan memotivasi pengembangan harta (modal) dalam kegiatan investasi sehingga terhindar dari praktik penimbunan. Hal itu sesuai dengan doktrin etos ekonomi Nabi saw.: “Barang siapa yang diserahi kepercayaan untuk mengurus harta anak yatim, hendaklah ia meniagakannya agar tidak dimakan zakat.” (HR. Tirmidzi). “Kembangkanlah harta anak yatim itu agar tidak dimakan zakat.” (HR. Thabrani)
Pengembangan Harta Harus Dilakukan melalui Usaha yang Baik dan Halal
Keharusan pengembangan atau perniagaan harta harus dilakukan pada bidang yang baik dan halal, jauh dari riba dan hal-hal yang menimbulkan kerusakan. Usaha halal, pengeluaran halal dan pengembangan halal merupakan mata rantai yang saling berhubungan. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga muslim harus menghayati firman Allah “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276) dan Sabda rasul “Satu dirham riba yang dimakan seseorang yang mengetahui keharamannya itu lebih berat hukumnya daripada berzina tiga puluh enam kali yang dilakukan seseorang yang mengetahui keharamannya.” (HR. Ahmad).
- Bersambung…
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2009/09/4062/manajemen-islami-keuangan-dan-harta-keluarga-bagian-ke-3-manajemen-persediaan-dan-menabung-dalam-keluarga-muslim/#ixzz1dvhcW1X5
Jumat, 21 Oktober 2011
ANAKKU, ENGKAULAH GURU KEHIDUPANKU
Anak-anak adalah guru sejati yang dikirimkan oleh Allah untuk mengajari ibunya. Mereka adalah utusan Allah untuk menyadarkan ibunya tentang keberadaan dirinya yang masih jauh dari sempurna, dilihat dari kriteria mana pun. Keikhlasan, ketawakalan, kecakapan kerja, disiplin, komitmen, dan masih banyak lagi yang lainnya.Anak-anak adalah cermin yang sangat jujur menampilkan atau memantulkan kembali apa-apa yang telah mereka serap. Kala mereka meninggikan nada suara, kala mereka membentak, saya tahu bahwa sayalah sumber inspirasi utama mereka untuk begitu. Mengingat TV hampir tak pernah menyala di saat mereka terjaga, mengingat prosentase terbesar waktu mereka adalah di samping saya.
Terima kasih, Ya Allah. Terima kasih anak-anakku.
sumber : http://ibubahagiakandirimu.blogspot.com/2010/03/anakku-engkaulah-guru-kehidupanku.html
sumber : http://ibubahagiakandirimu.blogspot.com/2010/03/anakku-engkaulah-guru-kehidupanku.html
Ibu Rumah Tangga "Sebuah Tugas Mulia"
Sebuah pengantar yang begitu menginspirasi saya...
Sebagian besar ibu yang 'hanya' menjadi ibu rumah tangga terkesan dipinggirkan atau diremehkan oleh orang lain. Bahkan, tak sedikit dari para ibu itu sendiri merasa tidak ada artinya sama sekali ketika ditanya seputar pekerjaannya.
Namun, tahukah para ibu, ternyata menjadi ibu yang 'hanya' menjadi ibu rumah tangga, mempunyai tanggung jawab yang tidak sedikit karena menyangkut kelangsungan bangsa dan negara ini????? Mengapa? Karena berkat ibu bangsa ini bisa tertata oleh generasi-generasi yang BERKUALITAS.
Maka, bersyukurlah untuk para ibu yang 'hanya' menjadi ibu rumah tangga karena mempunyai waktu yang sangat banyak untuk menciptakan generasi penerang bangsa. Berkat jasanya yang tak terbayangkan dan terbayarkan ini tercipta generasi penerus bangsa berkualitas dan dapat membanggakan di mata dunia. Berkat didikanmu, tercipta anakt-anak shaleh dan shalehah yang bisa melawan musuh yang nyata dan tidak, setan dan hawa nafsu.
Jumat, 07 Oktober 2011
Renungan: Bukan Orangtua Malaikat
Oleh: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)
Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)
Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat'
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.
Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.
Ayah, Ibu…..
Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.
Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita,
mereka bereksplorasi,
mereka berproses,
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik.
Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku,
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan.
Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak
dengan cara yang baik.
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus tergerus dari kehidupan mereka.
Tetapi Ayah, Ibu,
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini
dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan,
mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.
Ayah Ibu….
Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan:
nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel,
siramlah ia dengan kesejukan.
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar.
Ayah, Ibu…..
Yakinilah, sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan.
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan,
insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan.
Karena itu ayah, ibu…,
jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita,
kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan'
bukan kegagalan,
terus belajar tentang kehidupan,
bukan tak berhasil dalam kehidupan.
Belajar, memburu ilmu,
adalah ikhtiar yang kita tuju,
karena sebagian kita ketika menikah
tidak disiapkan jadi orangtua.
Jadi, ayah ibu,
mari kita terus belajar,
meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua.
Andaikan keluarga kita kuat,
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental
terhadap lingkungan yang gawat.
sumber : http://www.auladi.org/notes/10-notes/69-renungan-kita-bukan-orangtua-malaikat.html
Sabtu, 16 Oktober 2010
Dina belajar Shalat
Dina adalah nama panggilan putri pertama saya, nama lengkapnya Dina Nur Annisa. Sekarang umurnya sudah 2 thn 5 bulan. Alhamdulillah dari umur kurang dari 2 thn, sudah pengen ikut-ikutan shalat. Hal ini memang saya biasakan, dari semenjak dina umur 1 thn atau semenjak sudah bisa berjalan, saya tidak pernah melarang dina untuk ikut-ikutan shalat, meskipun terkadang suka mengganggu, dengan menaiki punggung, atau duduk di sajadah tempat saya sujud. Awalnya saya anggap biasa, tapi alhamdulillah sampai dina beranjak umur dua tahu, dia jadi terbiasa dan tahu apa itu shalat, walaupun dari gerakannya saja. Bahkan, ketika umurnya kurang dari 2 tahun, dia mengerti kalau akan melaksanakan shalat berarti harus wudlu terlebih dahulu.
Duh... senangnya, putriku sudah bisa shalat di umur 2 thn, meskipun gerakan shalatnya belum benar betul. Tapi minimal untuk pembelajaran di usia dini. Hingga akhirnya, kuputuskan untuk memberi hadiah mukena kepadanya, agar dia semakin semangat untuk belajar shalat. Dan ternyata benar.... pada waktu awal-awal baru dibelikan mukena, dia semangat sekkali untuk shalat di mesjid, ya sambil bermain sama teman-temannya.
Alhamdulillah.... terimakasih ya Alloh... Bimbinglah hamba selalu dalam mendidik dan membesarkan putra-putriku hingga tertunai semua amanah untuk menyampaikan din Islam ini kepada penerusku. Semoga putriku istiqomah dan tumbuh menjadi anak yang shalehah. Amin
Kamis, 02 September 2010
Dapat Dolar dengan Baca Artikel
Sesuai dengan judulnya, disini saya akan sedikit berbagi kepada anda semua bagaimana agar kita bisa mendapatkan dolar dengan hanya membaca artikel dan memberikan rating pada artikel yang sudah di baca tersebut.
Pasti penasarankan gimana caranya ????
Caranya gampang, pertama anda buka alamat ini http://www.readbud.com/?ref=4580156. Kedua, anda daftar sebagai anggota pada ReadBud. Ketiga, setelah anda mendaftar, pilih topik yang sesuai dengan keinginan anda, tersedia banyak topik yang dapat anda pilih. Keempat, setelah anda memilih topik yang sesuai, maka akan ada beberapa artikel yang disediakan untuk anda setiap harinya, anda tinggal mengklik tombol Open Artikel kemudian artikel tersebut akan muncul pada tab baru. Jika anda berminat membacanya, silahkan baca, tapi jika tidak, anda cukup mengarahkan kursor sampai ke bawah, sampai ada tanda bintang untuk Rating, klik berapa bintang yang kita mau, setelah itu close halaman tersebut. Kelima, buka kembali halaman awal ketika anda pertama kali mendapatkan artikel, jika masih ada artikel tersedia untuk anda, terus lakukan langkah seperti langkah keempat tadi. Anda bisa lihat setiap anda selesai merating artikel-artikel yang disediakan, maka dolar untuk anda akan terus bertambah.
Sekarang, apa yang harus anda lakukan jika artikel pada satu hari misalnya, sudah tidak tersedia???
Ada beberapa tips dari saya, jika anda ingin lebih mendapatkan banyak artikel setiap harinya,
Pertama, Cek account anda misalnya 4 jam sekali, karena biasanya akan ada artikel yang disediakan, meskipun jumlahya tidak banyak.
Kedua, usahakan ketika anda membuka artikel jangan langsung memberikan rating, alangkah lebih baik baca beberapa paragraf dari artikel tersebut.
Selanjutnya, bagaimana cara kita bisa mengambil dolar dari hasil kita membaca artikel selama ini???
Caranya, anda harus mempunyai account di Paypal, karena penarikan hanya bisa dilakukan melalui Paypal. Untuk mendaftar di account Paypal juga gratis kok. Anda bisa langsung aja daftar.
Eits... tunggu dulu, ternyata ada jumlah minimum lho, untuk melakukan reedem, anda harus nunggu sampai terkumpul $50, baru bisa cair.
Sekarang, yang mau ikutan, silahkan gabung.... Selamat mencoba ya!!!!
Pasti penasarankan gimana caranya ????
Caranya gampang, pertama anda buka alamat ini http://www.readbud.com/?ref=4580156. Kedua, anda daftar sebagai anggota pada ReadBud. Ketiga, setelah anda mendaftar, pilih topik yang sesuai dengan keinginan anda, tersedia banyak topik yang dapat anda pilih. Keempat, setelah anda memilih topik yang sesuai, maka akan ada beberapa artikel yang disediakan untuk anda setiap harinya, anda tinggal mengklik tombol Open Artikel kemudian artikel tersebut akan muncul pada tab baru. Jika anda berminat membacanya, silahkan baca, tapi jika tidak, anda cukup mengarahkan kursor sampai ke bawah, sampai ada tanda bintang untuk Rating, klik berapa bintang yang kita mau, setelah itu close halaman tersebut. Kelima, buka kembali halaman awal ketika anda pertama kali mendapatkan artikel, jika masih ada artikel tersedia untuk anda, terus lakukan langkah seperti langkah keempat tadi. Anda bisa lihat setiap anda selesai merating artikel-artikel yang disediakan, maka dolar untuk anda akan terus bertambah.
Sekarang, apa yang harus anda lakukan jika artikel pada satu hari misalnya, sudah tidak tersedia???
Ada beberapa tips dari saya, jika anda ingin lebih mendapatkan banyak artikel setiap harinya,
Pertama, Cek account anda misalnya 4 jam sekali, karena biasanya akan ada artikel yang disediakan, meskipun jumlahya tidak banyak.
Kedua, usahakan ketika anda membuka artikel jangan langsung memberikan rating, alangkah lebih baik baca beberapa paragraf dari artikel tersebut.
Selanjutnya, bagaimana cara kita bisa mengambil dolar dari hasil kita membaca artikel selama ini???
Caranya, anda harus mempunyai account di Paypal, karena penarikan hanya bisa dilakukan melalui Paypal. Untuk mendaftar di account Paypal juga gratis kok. Anda bisa langsung aja daftar.
Eits... tunggu dulu, ternyata ada jumlah minimum lho, untuk melakukan reedem, anda harus nunggu sampai terkumpul $50, baru bisa cair.
Sekarang, yang mau ikutan, silahkan gabung.... Selamat mencoba ya!!!!
Selasa, 17 Agustus 2010
Fiqih Wanita Berkaitan Dengan Ramadhan
Fiqih Ahkam, Mar'ah Muslimah
16/8/2010 | 07 Ramadhan 1431 H | Hits: 824
Oleh: Iman Santoso, Lc
Wanita Dan Puasa Ramadhan
a. Wanita yang wajib berpuasa
dakwatuna.com – Wanita muslimah yang sudah baligh dan berakal ditandai dengan menstruasi (haidh), maka ia sudah wajib berpuasa di bulan Ramadhan apabila di bulan tersebut ia tidak dalam keadaan haidh atau nifas.
b. Wanita haidh atau nifas
Wanita yang sedang haidh atau nifas diharamkan melakukan puasa, jika ia melakukannya maka berdosa. Dan apabila seorang wanita yang sedang berpuasa keluar darah haidhnya baik di pagi, siang ataupun sore walaupun sesaat menjelang terbenamnya matahari, maka ia wajib membatalkannya, dan wajib mengqodhonya setelah ia bersuci. Juga sebaliknya jika wanita tersebut suci sebelum fajar walaupun sekejap maka ia wajib berpuasa pada hari itu walaupun mandinya baru dilakukan setelah fajar.
c. Wanita tua yang tidak mampu berpuasa
Seorang wanita yang lanjut usia yang tidak mampu lagi untuk berpuasa dan jika berpuasa akan membahayakan dirinya, maka ia tidak boleh berpuasa, karena Allah swt. Berfirman:”… Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan …” (QS. Al Baqarah: 195) dan karena orang yang lanjut usia itu tidak bisa diharapkan untuk bisa mengqodho, maka baginya wajib membayar fidyah saja (tidak wajib mengqodho), dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin, berdasarkan firman Allah swt : “Dan bagi orang yang tidak mampu berpuasa maka ia harus membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin” (QS. Al Baqarah: 184)
عن عطاء، سمع ابن عباس يقرأ “وعلى الذين يطوقونه فلا ي طيقونه (فدية طعام مسكين) ستطيعان أن رة لا ي رأة الكبي ر والم شيخ الكبي و ال سوخة ه ست بمن اس : لي ن عب ال اب ق يصوما فيطعمان مكان آل يوم مسكينا
Dari Atho, ia mendengar Ibnu Abbas membaca ayat yang artinya “Wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya – membayar fidyah-, yaitu memberi makan satu orang miskin”, Ibnu Abbas berkata :”ayat ini tidak dinasakh, ia untuk orang yang lanjut usia baik laki-laki maupun perempuan yang tidak sanggup berpuasa hendaknya memberi makan setiap hari satu orang miskin” HR. Bukhari
d. Wanita hamil dan menyusui
Wanita yang sedang hamil atau menyusui tetap harus berpuasa di bulan Ramadhan, sama dengan wanita-wanita yang lain, selagi ia mampu untuk melakukannya. Jika ia tidak sanggup untuk berpuasa karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan, maka ia boleh berbuka sebagaimana wanita yang sedang sakit, dan wajib mengqodhonya jika kondisi tersebut sudah stabil kembali. Allah berfirman: “Maka barang siapa di antara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 184) dan apabila ia mampu untuk berpuasa, tapi khawatir berbahaya bagi kandungan atau anak yang disusuinya, maka ia boleh berbuka dengan berkewajiban untuk mengqodho di hari lain dan membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin. Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Abbas saat mengomentari penjelasan yang termuat dalam surat Al Baqarah: 184 yang artinya “Dan wajib bagi orang yang menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah …”, beliau berkata : “Ayat ini adalah rukhshoh (keringanan) bagi orang yang lanjut usia lelaki dan perempuan, wanita hamil dan menyusui jika khawatir terhadap anak anaknya maka keduanya boleh berbuka dan memberi makan (fidyah)” HR. Abu Daud hal yang sama juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radliallahu ‘Anhu, dan tidak ada seorang pun dari sahabat yang menentangnya (lihat Al Mughni: Ibnu Qudamah 4/394)
e. waktu mengqodho puasa bagi seorang wanita
Wanita yang memiliki hutang puasa (harus mengqodho) karena sakit atau bepergian maka waktu mengqodhonya dimulai sejak satu hari setelah Idul fitri dan tidak boleh di akhirkan sampai datangnya bulan Ramadhan berikutnya, barang siapa mengakhirkan qadha puasa sampai datangnya Ramadhan berikutnya tanpa udzur syar’i, maka di samping mengqodho ia harus membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin, sebagai hukuman atas kelalaiannya. (Lihat: Al mughni 4/400, fatwa Ibnu Baz, Fatwa Ibnu Utsaimin) Dan para ulama telah sepakat bahwa qadha puasa Ramadhan itu tidak diharuskan untuk dilakukan secara terus menerus dan berurutan, karena tidak ada dalil yang menjelaskan akan hal itu. Kecuali waktu yang tersisa di bulan Sya’ban itu hanya cukup untuk qadha puasa maka tidak ada cara lain kecuali terus menerus dan berurutan. (Al Fiqhu Al Islami Wa Adillatuhu 2/680)
f. mengkonsumsi tablet anti haidh pada bulan Ramadhan
Hendaknya seorang wanita tidak mengkonsumsi tablet anti haidh, dan membiarkan darah kotor itu keluar sebagaimana mestinya, sesuai dengan ketentuan yang telah Allah gariskan, karena dibalik keluarnya darah tersebut ada hikmah yang sesuai dengan tabiat kewanitaan, jika hal ini dihalang halangi maka jelas akan berdampak negatif pada kesehatan wanita tersebut, dan bisa menimbulkan bahaya bagi rahimnya, dan pada umumnya wanita yang melakukan hal ini kelihatan pucat, lemas dan tidak bertenaga. sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
” لا ضرر ولا ضرارا” رواه ابن ماجة في الأحكام
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya, juga tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan orang lain.” HR. Ibnu Majah (lihat: fatawa ulama Najd, dan 30 Darsan Lisshoimat)
Namun apabila ada wanita yang melakukan hal seperti ini, maka hukumnya sebagai berikut :
1. Apabila darah haidhnya benar-benar telah berhenti, maka puasanya sah dan tidak diwajibkan untuk mengqodho.
2. Tetapi apabila ia ragu apakah darah tersebut benar-benar berhenti atau tidak, maka hukumnya seperti wanita haidh, ia tidak boleh melakukan puasa. (lihat: masail ash shiyam, hal 63 dan jami’u ahkamin nisa’ 2/393)
g. Mencicipi makanan
Kehidupan seorang wanita tidak bisa dipisahkan dengan dapur, baik ia sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai juru masak di sebuah rumah makan, restoran atau hotel. Dan karena kelezatan masakan yang ia oleh adalah menjadi tanggung jawabnya, maka ia akan selalu berusaha mengetahui rasa masakan yang diolahnya, dan itu mengharuskan ia untuk mencicipi masakannya. Jika itu dilakukan, bagaimana hukumnya ? batalkah puasanya ? para ulama memfatwakan tidak mengapa wanita mencicipi masakannya, asal sekadarnya saja, dan tidak sampai ke tenggorokannya, hal ini diqiyaskan kepada berkumur kumur ketika berwudhu. (jami’ ahkamin nisa’)
Wanita Dan Shalat Tarawih Di Masjid
Seorang wanita diperbolehkan untuk datang ke masjid, baik untuk shalat tarawih, berdzikir maupun mendengarkan pengajian, jika kehadirannya tidak menyebabkan terjadinya fitnah baginya atau bagi orang lain, hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
” لا تمنعوا إماء الله مساجد الله” رواه البخاري
“Janganlah kalian melarang wanita-wanita untuk mendatangi masjid-masjid Allah” HR. Bukhari Namun demikian, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yang di antaranya : harus berhijab, tidak berhias, tidak memakai parfum, tidak mengeraskan suara, dan tidak menampakkan perhiasan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“إذا شهدت إحداآن المسجد فلا تمس طيبا” رواه مسلم والنسائي وأحمد عن زينب
“Jika salah seorang di antara kalian (para wanita) ingin mendatangi masjid maka janganlah menyentuh wangi wangian” HR. Muslim.
ن ة ع ن ماج سل ” رواه اب ى تغت لاة حت ا ص ل له م تقب ”أيما امرأة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد ل
أبي هريرة
“Wanita manapun yang memakai wangi wangian, kemudian pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sampai ia mandi”. HR. Ibnu Majah.
Wanita Dan I’tikaf
Sebagaimana disunnahkan bagi pria, I’tikaf juga disunnahkan bagi wanita. Sebagaimana istri Rasulullah Saw juga melakukan I’tikaf, tetapi selain syarat-syarat yang disebutkan di atas, I’tikaf bagi kaum wanita harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Mendapatkan persetujuan (ridha) suami atau orang tua. Dan apabila suami telah mengizinkan istrinya untuk I’tikaf, maka ia tidak dibolehkan menarik kembali persetujuan itu.
2. Agar tempat dan pelaksanaan I’tikaf wanita memenuhi tujuan umum syariat. Kita telah mengetahui bahwa salah satu rukun atau syariat I’tikaf adalah berdiam di masjid. Untuk kaum wanita, ulama sedikit berbeda pendapat tentang masjid yang dipakai wanita untuk beri’tikaf. Tetapi yang lebih afdhol-wallahu a’lam ialah I’tikaf di masjid (tempat shalat) di rumahnya. Manakala wanita mendapatkan manfaat dari I’tikaf di masjid, tidak masalah bila ia melakukannya.
sumber : fiqih wanita berkaitan dengan Ramadhan (Dakwatuna.com)
16/8/2010 | 07 Ramadhan 1431 H | Hits: 824
Oleh: Iman Santoso, Lc
Wanita Dan Puasa Ramadhan
a. Wanita yang wajib berpuasa
dakwatuna.com – Wanita muslimah yang sudah baligh dan berakal ditandai dengan menstruasi (haidh), maka ia sudah wajib berpuasa di bulan Ramadhan apabila di bulan tersebut ia tidak dalam keadaan haidh atau nifas.
b. Wanita haidh atau nifas
Wanita yang sedang haidh atau nifas diharamkan melakukan puasa, jika ia melakukannya maka berdosa. Dan apabila seorang wanita yang sedang berpuasa keluar darah haidhnya baik di pagi, siang ataupun sore walaupun sesaat menjelang terbenamnya matahari, maka ia wajib membatalkannya, dan wajib mengqodhonya setelah ia bersuci. Juga sebaliknya jika wanita tersebut suci sebelum fajar walaupun sekejap maka ia wajib berpuasa pada hari itu walaupun mandinya baru dilakukan setelah fajar.
c. Wanita tua yang tidak mampu berpuasa
Seorang wanita yang lanjut usia yang tidak mampu lagi untuk berpuasa dan jika berpuasa akan membahayakan dirinya, maka ia tidak boleh berpuasa, karena Allah swt. Berfirman:”… Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan …” (QS. Al Baqarah: 195) dan karena orang yang lanjut usia itu tidak bisa diharapkan untuk bisa mengqodho, maka baginya wajib membayar fidyah saja (tidak wajib mengqodho), dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin, berdasarkan firman Allah swt : “Dan bagi orang yang tidak mampu berpuasa maka ia harus membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin” (QS. Al Baqarah: 184)
عن عطاء، سمع ابن عباس يقرأ “وعلى الذين يطوقونه فلا ي طيقونه (فدية طعام مسكين) ستطيعان أن رة لا ي رأة الكبي ر والم شيخ الكبي و ال سوخة ه ست بمن اس : لي ن عب ال اب ق يصوما فيطعمان مكان آل يوم مسكينا
Dari Atho, ia mendengar Ibnu Abbas membaca ayat yang artinya “Wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya – membayar fidyah-, yaitu memberi makan satu orang miskin”, Ibnu Abbas berkata :”ayat ini tidak dinasakh, ia untuk orang yang lanjut usia baik laki-laki maupun perempuan yang tidak sanggup berpuasa hendaknya memberi makan setiap hari satu orang miskin” HR. Bukhari
d. Wanita hamil dan menyusui
Wanita yang sedang hamil atau menyusui tetap harus berpuasa di bulan Ramadhan, sama dengan wanita-wanita yang lain, selagi ia mampu untuk melakukannya. Jika ia tidak sanggup untuk berpuasa karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan, maka ia boleh berbuka sebagaimana wanita yang sedang sakit, dan wajib mengqodhonya jika kondisi tersebut sudah stabil kembali. Allah berfirman: “Maka barang siapa di antara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 184) dan apabila ia mampu untuk berpuasa, tapi khawatir berbahaya bagi kandungan atau anak yang disusuinya, maka ia boleh berbuka dengan berkewajiban untuk mengqodho di hari lain dan membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin. Hal ini berdasarkan perkataan Ibnu Abbas saat mengomentari penjelasan yang termuat dalam surat Al Baqarah: 184 yang artinya “Dan wajib bagi orang yang menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah …”, beliau berkata : “Ayat ini adalah rukhshoh (keringanan) bagi orang yang lanjut usia lelaki dan perempuan, wanita hamil dan menyusui jika khawatir terhadap anak anaknya maka keduanya boleh berbuka dan memberi makan (fidyah)” HR. Abu Daud hal yang sama juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radliallahu ‘Anhu, dan tidak ada seorang pun dari sahabat yang menentangnya (lihat Al Mughni: Ibnu Qudamah 4/394)
e. waktu mengqodho puasa bagi seorang wanita
Wanita yang memiliki hutang puasa (harus mengqodho) karena sakit atau bepergian maka waktu mengqodhonya dimulai sejak satu hari setelah Idul fitri dan tidak boleh di akhirkan sampai datangnya bulan Ramadhan berikutnya, barang siapa mengakhirkan qadha puasa sampai datangnya Ramadhan berikutnya tanpa udzur syar’i, maka di samping mengqodho ia harus membayar fidyah dengan memberi makan setiap hari satu orang miskin, sebagai hukuman atas kelalaiannya. (Lihat: Al mughni 4/400, fatwa Ibnu Baz, Fatwa Ibnu Utsaimin) Dan para ulama telah sepakat bahwa qadha puasa Ramadhan itu tidak diharuskan untuk dilakukan secara terus menerus dan berurutan, karena tidak ada dalil yang menjelaskan akan hal itu. Kecuali waktu yang tersisa di bulan Sya’ban itu hanya cukup untuk qadha puasa maka tidak ada cara lain kecuali terus menerus dan berurutan. (Al Fiqhu Al Islami Wa Adillatuhu 2/680)
f. mengkonsumsi tablet anti haidh pada bulan Ramadhan
Hendaknya seorang wanita tidak mengkonsumsi tablet anti haidh, dan membiarkan darah kotor itu keluar sebagaimana mestinya, sesuai dengan ketentuan yang telah Allah gariskan, karena dibalik keluarnya darah tersebut ada hikmah yang sesuai dengan tabiat kewanitaan, jika hal ini dihalang halangi maka jelas akan berdampak negatif pada kesehatan wanita tersebut, dan bisa menimbulkan bahaya bagi rahimnya, dan pada umumnya wanita yang melakukan hal ini kelihatan pucat, lemas dan tidak bertenaga. sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
” لا ضرر ولا ضرارا” رواه ابن ماجة في الأحكام
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya, juga tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan orang lain.” HR. Ibnu Majah (lihat: fatawa ulama Najd, dan 30 Darsan Lisshoimat)
Namun apabila ada wanita yang melakukan hal seperti ini, maka hukumnya sebagai berikut :
1. Apabila darah haidhnya benar-benar telah berhenti, maka puasanya sah dan tidak diwajibkan untuk mengqodho.
2. Tetapi apabila ia ragu apakah darah tersebut benar-benar berhenti atau tidak, maka hukumnya seperti wanita haidh, ia tidak boleh melakukan puasa. (lihat: masail ash shiyam, hal 63 dan jami’u ahkamin nisa’ 2/393)
g. Mencicipi makanan
Kehidupan seorang wanita tidak bisa dipisahkan dengan dapur, baik ia sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai juru masak di sebuah rumah makan, restoran atau hotel. Dan karena kelezatan masakan yang ia oleh adalah menjadi tanggung jawabnya, maka ia akan selalu berusaha mengetahui rasa masakan yang diolahnya, dan itu mengharuskan ia untuk mencicipi masakannya. Jika itu dilakukan, bagaimana hukumnya ? batalkah puasanya ? para ulama memfatwakan tidak mengapa wanita mencicipi masakannya, asal sekadarnya saja, dan tidak sampai ke tenggorokannya, hal ini diqiyaskan kepada berkumur kumur ketika berwudhu. (jami’ ahkamin nisa’)
Wanita Dan Shalat Tarawih Di Masjid
Seorang wanita diperbolehkan untuk datang ke masjid, baik untuk shalat tarawih, berdzikir maupun mendengarkan pengajian, jika kehadirannya tidak menyebabkan terjadinya fitnah baginya atau bagi orang lain, hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
” لا تمنعوا إماء الله مساجد الله” رواه البخاري
“Janganlah kalian melarang wanita-wanita untuk mendatangi masjid-masjid Allah” HR. Bukhari Namun demikian, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi yang di antaranya : harus berhijab, tidak berhias, tidak memakai parfum, tidak mengeraskan suara, dan tidak menampakkan perhiasan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“إذا شهدت إحداآن المسجد فلا تمس طيبا” رواه مسلم والنسائي وأحمد عن زينب
“Jika salah seorang di antara kalian (para wanita) ingin mendatangi masjid maka janganlah menyentuh wangi wangian” HR. Muslim.
ن ة ع ن ماج سل ” رواه اب ى تغت لاة حت ا ص ل له م تقب ”أيما امرأة تطيبت ثم خرجت إلى المسجد ل
أبي هريرة
“Wanita manapun yang memakai wangi wangian, kemudian pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sampai ia mandi”. HR. Ibnu Majah.
Wanita Dan I’tikaf
Sebagaimana disunnahkan bagi pria, I’tikaf juga disunnahkan bagi wanita. Sebagaimana istri Rasulullah Saw juga melakukan I’tikaf, tetapi selain syarat-syarat yang disebutkan di atas, I’tikaf bagi kaum wanita harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Mendapatkan persetujuan (ridha) suami atau orang tua. Dan apabila suami telah mengizinkan istrinya untuk I’tikaf, maka ia tidak dibolehkan menarik kembali persetujuan itu.
2. Agar tempat dan pelaksanaan I’tikaf wanita memenuhi tujuan umum syariat. Kita telah mengetahui bahwa salah satu rukun atau syariat I’tikaf adalah berdiam di masjid. Untuk kaum wanita, ulama sedikit berbeda pendapat tentang masjid yang dipakai wanita untuk beri’tikaf. Tetapi yang lebih afdhol-wallahu a’lam ialah I’tikaf di masjid (tempat shalat) di rumahnya. Manakala wanita mendapatkan manfaat dari I’tikaf di masjid, tidak masalah bila ia melakukannya.
sumber : fiqih wanita berkaitan dengan Ramadhan (Dakwatuna.com)
Sabtu, 14 Agustus 2010
Perlunya Pijat untuk ibu hamil
Apakah teknik pijat juga berlaku pada perempuan hamil? PIJAT sangat bermanfaat dalam mengurangi stres dan merilekskan badan. Apakah teknik pijat juga berlaku pada perempuan hamil? Tentu saja. Pijat akan membantu meredakan kejang otot dan kram akibat beban ekstra yang harus dibawa oleh perempuan hamil dan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Tapi, pastikan menerapkan teknik pijat yang aman untuk perempuan hamil dengan menghindari bagian-bagian tubuh tertentu dan posisi yang berisiko.
Manfaat pijat saat kehamilan
Pijat berfungsi untuk mengurangi stres dan sekaligus mengajarkan ibu cara rileks. Seperti yang Anda tahu, relaksasi merupakan salah satu kunci utama dalam proses melahirkan. Selain itu, teknik pijat juga membantu menguatkan proses kehamilan dengan cara memperlancar aliran darah, sirkulasi limpa, mengurangi edema, dan membantu menyiapkan kesiapan mental dan fisik ibu. Selanjutnya, pijat juga berfungsi mengurangi stres persendian akibat beban ekstra dan membantu memaksimalkan kapasitas pernafasan yang sangat diperlukan dalam proses melahirkan.
Bagian tubuh yang perlu dihindari:
Jika hendak melakukan pijat, pastikan mencari terapis yang ahli dan berpengalaman memijat perempuan hamil. Tubuh, mulai dari dinding lambung, kulit, payudara hingga sistem pernafasan, akan mengalami perubahan saat kehamilan. Jadi, teknik yang digunakan juga harus sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Berikut beberapa bagian tubuh yang memerlukan perhatian khusus:
Perut. Otot dan kulit pada dinding perut akan mengalami peregangan. Karena itu, hindari melakukan pijatan langsung di area perut.
Payudara. Payudara akan membesar dan sensitif sehingga sebaiknya juga dihindari pijatan langsung.
Kaki. Ukuran jantung akan membesar, terjadi perluasan pembuluh darah, volume darah meningkat hingga 30-50%, terjadi peningkatan sel-sel darah merah dan darah putih. Selain itu, volume cairan interstitial juga akan meningkat sebanyak 40% pada trimester ke-3, sehingga memicu edema. Di samping itu, perempuan yang mengalami masalah jantung juga berisiko paling besar mengalami gagal jantung pada trimester ke-3.
Karena itu, berhati-hatilah saat melakukan pijatan di area kaki karena bisa meningkatkan pengentalan darah. Otot-otot yang perlu direlakskan adalah otot-otot adductor (otot yang menarik kaki dan tangan ke arah garis pusat tubuh) sehingga otot-otot panggul juga ikut relaks. Selain itu, pastikan Anda berada dalam posisi menyamping.
Posisi saat dipijat
Kondisi badan Anda berbeda dengan perempuan yang tidak hamil. Karena itu, tempat pijat juga akan diatur sedemikian rupa sehingga Anda berada dalam posisi setengah berbaring. Posisi ini mungkin tidak terlalu nyaman bagi Anda, tapi aman untuk bayi. Selain itu, Anda juga akan diminta untuk merubah posisi menghadap ke sisi kanan atau kiri sehingga terapis bisa memijat area punggung dan pinggang. Selain itu, akan ada tambahan bantal pengganjal untuk membuat Anda merasa lebih nyaman.
Anda tertarik? Silahkan mencoba. Tapi, pastikan mencari terapis yang ahli dalam hal ini. Ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui sejarah kesehatan Anda sekaligus mendapatkan rujukan terapis yang tepat dan ahli.
Sumber :http://www.cussonsfirstyears.co.id/news/detail/14
Manfaat pijat saat kehamilan
Pijat berfungsi untuk mengurangi stres dan sekaligus mengajarkan ibu cara rileks. Seperti yang Anda tahu, relaksasi merupakan salah satu kunci utama dalam proses melahirkan. Selain itu, teknik pijat juga membantu menguatkan proses kehamilan dengan cara memperlancar aliran darah, sirkulasi limpa, mengurangi edema, dan membantu menyiapkan kesiapan mental dan fisik ibu. Selanjutnya, pijat juga berfungsi mengurangi stres persendian akibat beban ekstra dan membantu memaksimalkan kapasitas pernafasan yang sangat diperlukan dalam proses melahirkan.
Bagian tubuh yang perlu dihindari:
Jika hendak melakukan pijat, pastikan mencari terapis yang ahli dan berpengalaman memijat perempuan hamil. Tubuh, mulai dari dinding lambung, kulit, payudara hingga sistem pernafasan, akan mengalami perubahan saat kehamilan. Jadi, teknik yang digunakan juga harus sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Berikut beberapa bagian tubuh yang memerlukan perhatian khusus:
Perut. Otot dan kulit pada dinding perut akan mengalami peregangan. Karena itu, hindari melakukan pijatan langsung di area perut.
Payudara. Payudara akan membesar dan sensitif sehingga sebaiknya juga dihindari pijatan langsung.
Kaki. Ukuran jantung akan membesar, terjadi perluasan pembuluh darah, volume darah meningkat hingga 30-50%, terjadi peningkatan sel-sel darah merah dan darah putih. Selain itu, volume cairan interstitial juga akan meningkat sebanyak 40% pada trimester ke-3, sehingga memicu edema. Di samping itu, perempuan yang mengalami masalah jantung juga berisiko paling besar mengalami gagal jantung pada trimester ke-3.
Karena itu, berhati-hatilah saat melakukan pijatan di area kaki karena bisa meningkatkan pengentalan darah. Otot-otot yang perlu direlakskan adalah otot-otot adductor (otot yang menarik kaki dan tangan ke arah garis pusat tubuh) sehingga otot-otot panggul juga ikut relaks. Selain itu, pastikan Anda berada dalam posisi menyamping.
Posisi saat dipijat
Kondisi badan Anda berbeda dengan perempuan yang tidak hamil. Karena itu, tempat pijat juga akan diatur sedemikian rupa sehingga Anda berada dalam posisi setengah berbaring. Posisi ini mungkin tidak terlalu nyaman bagi Anda, tapi aman untuk bayi. Selain itu, Anda juga akan diminta untuk merubah posisi menghadap ke sisi kanan atau kiri sehingga terapis bisa memijat area punggung dan pinggang. Selain itu, akan ada tambahan bantal pengganjal untuk membuat Anda merasa lebih nyaman.
Anda tertarik? Silahkan mencoba. Tapi, pastikan mencari terapis yang ahli dalam hal ini. Ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui sejarah kesehatan Anda sekaligus mendapatkan rujukan terapis yang tepat dan ahli.
Sumber :http://www.cussonsfirstyears.co.id/news/detail/14
Jumat, 13 Agustus 2010
Amaliyah Ramadhan
Amaliyah Ramadhan
Fiqih Ahkam
12/8/2010 | 03 Ramadhan 1431 H | Hits: 1.044
Oleh: Iman Santoso, Lc
dakwatuna.com – Dua kejadian terpenting di bulan Ramadhan adalah diwajibkannya Puasa dan turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pedoman bagi orang yang bertaqwa dan puasa mengantarkan orang beriman menjadi mutaqqiin. Dan amaliyah Ramadhan terfokus pada dua aktivitas tersebut. Sedangkan amaliyah lainnya tidak lepas dari ibadah untuk mengkondisikan hati dalam menerima Al-Qur’an dan upaya orang beriman untuk mengaplikasikan Al-Qur’an.
Untuk lebih mengetahui Amaliyah Ramadhan, maka kita harus melihat dan mencontoh amaliyah Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Di bawah ini Amaliyah yang dilakukan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan:
Shiyam (puasa)
Shaum atau shiyam bermakna menahan (al-imsaak), dan menahan itulah aktivitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat. Jika aktivitas menahan ini dapat dilakukan dengan baik, maka seorang muslim memiliki kemampuan pengendalian, yaitu pengendalian diri dari segala hal yang diharamkan Allah.
Dalam berpuasa, orang beriman harus mengikuti tuntunan Rasul SAW atau sesuai dengan adab-adab Islam sehingga puasanya benar.
Berinteraksi dengan Al-Quran
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran (QS.2:185). Pada bulan ini Al-Qur’an benar-benar turun ke bumi (dunia) untuk menjadi pedoman manusia dari segala macam aktivitasnya di dunia. Dan malaikat Jibril turun untuk memuroja’ah (mendengar dan mengecek) bacaan Al-Quran dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Maka tidak aneh jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az-Zuhri pernah berkata: ”Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran”. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan esensi dasar diturunkannya Al-Quran untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan (QS. Shod: 29). Pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an.
Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Qur’an baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman). Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُآُمْ مَنْ تَعَلّمَ القُرْآنَ وَعَلّمَهُ
“ Sebaik-baiknya kamu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya”
Qiyam Ramadhan (Shalat Tarawih)
Ibadah yang sangat ditekan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan shalat malam atau yang biasa dikenal dengan shalat tarawih. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قامَ رَمَضانَ إيماناً واحْتِسَاباً غُفِرَ لهُ ما تَقدّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
“ Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi)
Memperbanyak Dzikir, Doa dan Istighfar
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktivitas yang berarti. Di antara aktivitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, doa dan istighfar. Bahkan doa orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah berdoa untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah.
Doa dan istighfar pada saat mustajab adalah:
• Saat berbuka
• Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah SWT. turun ke langit dunia dan berkata:” Siapa yang bertaubat ? Siapa yang meminta ? Siapa yang memanggil, sampai waktu subuh (HR Muslim)
• Memperbanyak istighfar pada waktu sahur. Allah Ta’ala berfirman, “Dan waktu sahur mereka memohon ampun”.
• Mencari waktu mustajab pada hari Jum’at, yaitu di saat-saat terakhir pada sore hari Jum’at.
• Duduk untuk dzikir, doa dan istighfar di masjid, yaitu setelah menunaikan shalat Subuh sampai terbit matahari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa shalat Fajar berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir hingga terbit matahari, lalu shalat dua rakaat, maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna” (HR At-Tirmidzi)
Shodaqoh, Infak dan Zakat
Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah dan di bulan Ramadhan beliau lebih pemurah lagi. Kebaikan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus karena begitu cepat dan banyaknya. Dalam sebuah hadits disebutkan :
أفضل الصدقة صدقة رمضان
“Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At- Turmudzi)
Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Seperti sabda beliau:
من فطّرَ صائِماً آانَ لهُ مثْلُ أجرِهِ غَيْرَ أنّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أجْرِ الصّائِمِ شيئاً”
“Barangsiapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya
Bulan Ramadhan adalah saat yang paling baik untuk menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Karena di bulan Ramadhan hati dan pikiran sedang dalam kondisi bersih dan jernih sehingga sangat siap menerima ilmu-ilmu Allah SWT. Maka waktu-waktu seperti ba’da subuh, ba’da Zhuhur dan menjelang berbuka sangat baik sekali untuk menuntut ilmu. Pada saat yang sama para ustadz dan da’i meningkatkan aktivitasnya untuk berdakwah menyampaikan ilmu kepada umat Islam yang lain.
Umrah
Umrah pada bulan Ramdhan juga sangat baik dilaksanakan, karena akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah kepada seorang wanita dari Anshor yang bernama Ummu Sinan : “Agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW”. (HR. Bukhari dan Muslim).
I’tikaf
I’tikaf adalah puncak ibadah di bulan Ramadhan. Dan I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid taqarrub kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktivitas keduniaan. Dan inilah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan Ramadhan, disebutkan dalam hadits :
آَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَه
“ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR Bukhari dan Muslim).
Mencari Lailatul Qadar
Lailatul Qodar (malam kemuliaan) merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasulnya shalallahu ‘alaihi wa sallam Malam ini nilainya lebih baik dari seribu bulan biasa. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan Allah SWT. oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk mencarinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Saya berkata, wahai Abu Said engkau lebih tahu tentang bilangan”. Abu said berkata: ”Betul” . “Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Berkata: ”Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7 dan jika sudah lewat 5 yang kurang 5” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al-baihaqi)
Ketika kita mendapatkannya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk membaca doa berikut:
اللَّهمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنىِّ
Menjaga Keseimbangan dalam Ibadah
Keseimbangan dalam beribadah adalah sesuatu yang prinsip, termasuk melaksanakan ibadah-ibadah mahdhoh di bulan Ramadhan. Kewajiban keluarga harus ditunaikan, begitu juga kewajiban sosial lainnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menjaga keseimbangan, walaupun beliau khusu’ dalam beribadah di bulan Ramadhan, tetapi tidak mengabaikan harmoni dan hak-hak keluarga. Seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau, Aisyah dan Ummu Salamah RA, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah tokoh yang paling baik untuk keluarga, dimana selama bulan Ramadhan tetap selalu memenuhi hak-hak keluarga beliau. Bahkan ketika Rasulullah berada dalam puncak praktek ibadah shaum yakni I’tikaf, harmoni itu tetap terjaga.
Sumber : Dakwatuna.com
Fiqih Ahkam
12/8/2010 | 03 Ramadhan 1431 H | Hits: 1.044
Oleh: Iman Santoso, Lc
dakwatuna.com – Dua kejadian terpenting di bulan Ramadhan adalah diwajibkannya Puasa dan turunnya Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pedoman bagi orang yang bertaqwa dan puasa mengantarkan orang beriman menjadi mutaqqiin. Dan amaliyah Ramadhan terfokus pada dua aktivitas tersebut. Sedangkan amaliyah lainnya tidak lepas dari ibadah untuk mengkondisikan hati dalam menerima Al-Qur’an dan upaya orang beriman untuk mengaplikasikan Al-Qur’an.
Untuk lebih mengetahui Amaliyah Ramadhan, maka kita harus melihat dan mencontoh amaliyah Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Di bawah ini Amaliyah yang dilakukan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan:
Shiyam (puasa)
Shaum atau shiyam bermakna menahan (al-imsaak), dan menahan itulah aktivitas inti dari puasa. Menahan makan dan minum serta segala macam yang membatalkannya dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan diiringi niat. Jika aktivitas menahan ini dapat dilakukan dengan baik, maka seorang muslim memiliki kemampuan pengendalian, yaitu pengendalian diri dari segala hal yang diharamkan Allah.
Dalam berpuasa, orang beriman harus mengikuti tuntunan Rasul SAW atau sesuai dengan adab-adab Islam sehingga puasanya benar.
Berinteraksi dengan Al-Quran
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran (QS.2:185). Pada bulan ini Al-Qur’an benar-benar turun ke bumi (dunia) untuk menjadi pedoman manusia dari segala macam aktivitasnya di dunia. Dan malaikat Jibril turun untuk memuroja’ah (mendengar dan mengecek) bacaan Al-Quran dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Maka tidak aneh jika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az-Zuhri pernah berkata: ”Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran”. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan esensi dasar diturunkannya Al-Quran untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan (QS. Shod: 29). Pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an.
Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Qur’an baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman). Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُآُمْ مَنْ تَعَلّمَ القُرْآنَ وَعَلّمَهُ
“ Sebaik-baiknya kamu orang yang mempelajari Al-Qur’an dan yang mengajarkannya”
Qiyam Ramadhan (Shalat Tarawih)
Ibadah yang sangat ditekan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan shalat malam atau yang biasa dikenal dengan shalat tarawih. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قامَ رَمَضانَ إيماناً واحْتِسَاباً غُفِرَ لهُ ما تَقدّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
“ Barang siapa yang melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi)
Memperbanyak Dzikir, Doa dan Istighfar
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktivitas yang berarti. Di antara aktivitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, doa dan istighfar. Bahkan doa orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah berdoa untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah.
Doa dan istighfar pada saat mustajab adalah:
• Saat berbuka
• Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah SWT. turun ke langit dunia dan berkata:” Siapa yang bertaubat ? Siapa yang meminta ? Siapa yang memanggil, sampai waktu subuh (HR Muslim)
• Memperbanyak istighfar pada waktu sahur. Allah Ta’ala berfirman, “Dan waktu sahur mereka memohon ampun”.
• Mencari waktu mustajab pada hari Jum’at, yaitu di saat-saat terakhir pada sore hari Jum’at.
• Duduk untuk dzikir, doa dan istighfar di masjid, yaitu setelah menunaikan shalat Subuh sampai terbit matahari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa shalat Fajar berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir hingga terbit matahari, lalu shalat dua rakaat, maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna” (HR At-Tirmidzi)
Shodaqoh, Infak dan Zakat
Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah dan di bulan Ramadhan beliau lebih pemurah lagi. Kebaikan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus karena begitu cepat dan banyaknya. Dalam sebuah hadits disebutkan :
أفضل الصدقة صدقة رمضان
“Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR Al-Baihaqi, Alkhotib dan At- Turmudzi)
Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. Seperti sabda beliau:
من فطّرَ صائِماً آانَ لهُ مثْلُ أجرِهِ غَيْرَ أنّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أجْرِ الصّائِمِ شيئاً”
“Barangsiapa yang memberi ifthor kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).
Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya
Bulan Ramadhan adalah saat yang paling baik untuk menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Karena di bulan Ramadhan hati dan pikiran sedang dalam kondisi bersih dan jernih sehingga sangat siap menerima ilmu-ilmu Allah SWT. Maka waktu-waktu seperti ba’da subuh, ba’da Zhuhur dan menjelang berbuka sangat baik sekali untuk menuntut ilmu. Pada saat yang sama para ustadz dan da’i meningkatkan aktivitasnya untuk berdakwah menyampaikan ilmu kepada umat Islam yang lain.
Umrah
Umrah pada bulan Ramdhan juga sangat baik dilaksanakan, karena akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah kepada seorang wanita dari Anshor yang bernama Ummu Sinan : “Agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW”. (HR. Bukhari dan Muslim).
I’tikaf
I’tikaf adalah puncak ibadah di bulan Ramadhan. Dan I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid taqarrub kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktivitas keduniaan. Dan inilah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan Ramadhan, disebutkan dalam hadits :
آَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَه
“ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR Bukhari dan Muslim).
Mencari Lailatul Qadar
Lailatul Qodar (malam kemuliaan) merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasulnya shalallahu ‘alaihi wa sallam Malam ini nilainya lebih baik dari seribu bulan biasa. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan Allah SWT. oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk mencarinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Saya berkata, wahai Abu Said engkau lebih tahu tentang bilangan”. Abu said berkata: ”Betul” . “Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kelima”. Berkata: ”Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7 dan jika sudah lewat 5 yang kurang 5” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al-baihaqi)
Ketika kita mendapatkannya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk membaca doa berikut:
اللَّهمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنىِّ
Menjaga Keseimbangan dalam Ibadah
Keseimbangan dalam beribadah adalah sesuatu yang prinsip, termasuk melaksanakan ibadah-ibadah mahdhoh di bulan Ramadhan. Kewajiban keluarga harus ditunaikan, begitu juga kewajiban sosial lainnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menjaga keseimbangan, walaupun beliau khusu’ dalam beribadah di bulan Ramadhan, tetapi tidak mengabaikan harmoni dan hak-hak keluarga. Seperti yang diriwayatkan oleh istri-istri beliau, Aisyah dan Ummu Salamah RA, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah tokoh yang paling baik untuk keluarga, dimana selama bulan Ramadhan tetap selalu memenuhi hak-hak keluarga beliau. Bahkan ketika Rasulullah berada dalam puncak praktek ibadah shaum yakni I’tikaf, harmoni itu tetap terjaga.
Sumber : Dakwatuna.com
Tips dari TV
Ini ada beberapa tips yang saya dapatkan dari televisi. Baru dapet dua tips baru, tadinya mau di kumpulin nanti aja, tapi takut kelupaan dan lumayan buat nulis di blog yang udah beberapa hari ini g di update. :D
Tips Pertama :
Ini ditujukan bagi anda yang menyukai buah-buahan, terutama buah apel. Ada apa dengan buah apel??? Menurut hasil pengamatan, klo buah apel di potong, dalam beberapa detik daging buah apel akan berubah menjadi kecoklatan. Nah agar daging buah apel tidak menjadi kecoklatan, setelah dipotong, olesi dengan jeruk lemon, atau jeruk jenis apa saja juga bisa. Asal jeruk yang ada airnya ya... :)
Tips Kedua
Sekarang kan udah masuk bulan Ramadhan nih... Untuk umat muslim yang udah baligh diwajibkan berpuasa. Nah, ketika proses berpusa itu, masalah bau mulut saat berpuasa adalah salah satu persoalan yang dihadapi oleh banyak orang. Meskipun bau mulut orang berpuasa akan diganti nanti dengan harumnya buah kasturi, namun klo kita bisa mengakali masalah ini juga tidak dosa bukan??? Nah, gimana caranya tuh?? Caranya gampang, anda cukup mengkonsumsi Yogurt setiap hari. Yogurt selain bagus untuk melancarkan pencernaan, juga dapat mencegah bau mulut juga lho!!!! G percaya???? Silahkan buktikan sendiri ya... ^_^
Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat.
Tips Pertama :
Ini ditujukan bagi anda yang menyukai buah-buahan, terutama buah apel. Ada apa dengan buah apel??? Menurut hasil pengamatan, klo buah apel di potong, dalam beberapa detik daging buah apel akan berubah menjadi kecoklatan. Nah agar daging buah apel tidak menjadi kecoklatan, setelah dipotong, olesi dengan jeruk lemon, atau jeruk jenis apa saja juga bisa. Asal jeruk yang ada airnya ya... :)
Tips Kedua
Sekarang kan udah masuk bulan Ramadhan nih... Untuk umat muslim yang udah baligh diwajibkan berpuasa. Nah, ketika proses berpusa itu, masalah bau mulut saat berpuasa adalah salah satu persoalan yang dihadapi oleh banyak orang. Meskipun bau mulut orang berpuasa akan diganti nanti dengan harumnya buah kasturi, namun klo kita bisa mengakali masalah ini juga tidak dosa bukan??? Nah, gimana caranya tuh?? Caranya gampang, anda cukup mengkonsumsi Yogurt setiap hari. Yogurt selain bagus untuk melancarkan pencernaan, juga dapat mencegah bau mulut juga lho!!!! G percaya???? Silahkan buktikan sendiri ya... ^_^
Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat.
Senin, 09 Agustus 2010
Tulisan Pertamaku
Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini. Saya membuat blog ini agar dapat berbagi dengan siapa saja yang selalu ingin untuk belajar dan tentu saja dengan siapa saja yang ingin terus maju. Terus terang, saya adalah pendatang baru, namun saya akan terus belajar agar blog ini dapat bena-benar bermanfaat, baik bagi saya pribadi maupun siapa saja yang mungkin secara sengaja ataupun tidak akan mampir ke blog saya ini. Oleh karena itu saya namakan blog ini dengan nama PEMBELAJAR.
Bagi siapapun yang telah lama malang-melintang di dunia bloger, saya mohon bimbingannya ya... Semoga ini adalah awal yang baik dan akan memberikan berkah yang melimpah. Amiiin
Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini. Saya membuat blog ini agar dapat berbagi dengan siapa saja yang selalu ingin untuk belajar dan tentu saja dengan siapa saja yang ingin terus maju. Terus terang, saya adalah pendatang baru, namun saya akan terus belajar agar blog ini dapat bena-benar bermanfaat, baik bagi saya pribadi maupun siapa saja yang mungkin secara sengaja ataupun tidak akan mampir ke blog saya ini. Oleh karena itu saya namakan blog ini dengan nama PEMBELAJAR.
Bagi siapapun yang telah lama malang-melintang di dunia bloger, saya mohon bimbingannya ya... Semoga ini adalah awal yang baik dan akan memberikan berkah yang melimpah. Amiiin
Langganan:
Postingan (Atom)